kalimat majemuk

Kalimat Kompleks Vs Kalimat Simpleks, Apa Bedanya?

Kalimat Kompleks Vs Kalimat Simpleks, Apa Bedanya?

Pada saat kamu mengikuti pelajaran bahasa Indonesia, pasti gak asing dong dengan kalimat simpleks, kompleks, majemuk, dan majemuk campuran? Sedikit flashback saat kamu belajar bahasa Indonesia dulu nih, semua kalimat tersebut terdiri dari subjek, predikat, objek, dan keterangan. Bener gak?

Nah, kalau kamu sudah mulai mengingat istilah kalimat tersebut, apakah kamu masih ingat bedanya kalimat kompleks dan simpleks? Apakah kamu ingat contoh kalimatnya seperti apa, kamu gunakan saat apa, dan seterusnya? Kalau ingatan kamu sudah mulai kabur, yuk kita coba mengingat kembali pelajaran seputar kalimat kompleks dan simpleks!

Jadi, kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif. Klausa utama pada kalimat kompleks merupakan klausa yang bisa berdiri sendiri menjadi kalimat lepas. Sementara, klausa subordinatif merupakan klausa yang tidak bisa berdiri sendiri menjadi kalimat lepas karena klausa ini bergantung kepada klausa utama. Kalau kalimat tersebut gak ada klausa utama, informasi yang terkandung oleh klausa ini menjadi kurang jelas.

Selain itu, istilah lain kalimat kompleks adalah kalimat majemuk bertingkat. Kalimat ini biasanya untuk menjelaskan 2 kejadian yang berlangsung secara bersamaan dalam 1 waktu. Nah, 2 kejadian tadi dihubungkan menggunakan konjungsi subordinatif yang melekat pada klausa subordinatif.

Contoh Kalimat Kompleks Adalah…

Supaya mudah mengenal jenis kalimat kompleks, berikut beberapa contoh yang bisa kamu temui dalam bacaan sehari-hari:

a. Joan tetap berangkat meskipun hari telah gelap.

b. Ketika hujan turun, Deni masih berada di atas bus.

c. Alfian tidak tahu jika dirinya di PHK dari perusahaan.

d. Cantika sebenarnya cengeng tapi tidak banyak orang tahu.

Nah, kalimat-kalimat di atas terdiri dari klausa utama dan klausa subordinatif dalam satu kalimat. Kalau kamu perhatikan, klausa subordinatif berfungsi sebagai keterangan dari kalimat utama. Selain sebagai keterangan, fungsi klausa subordinatif  berperan sebagai objek dan pelengkap. Jika subjek dari anak kalimat tidak ada, maka subjeknya terletak di induk kalimat.

Apa Itu Kalimat Simpleks?

Kalimat simpleks sendiri merupakan kalimat tunggal yang terdiri dari satu klausa atau satu struktur predikat. Jadi, inti dalam kalimat berisi satu informasi yang ditandai fungsi predikat. Nah, struktur predikat ini berupa subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel) dan keterangan (K).

Penjelasan lebih lanjut, satu struktur predikat di dalam kalimat simpleks bisa berupa:

a. Subjek dan predikat. (S-P)

b. Subjek, predikat dan objek. (S-P-O)

c. Subjek, predikat dan pelengkap. (S-P-Pel)

d. Subjek, predikat, objek dan pelengkap. (S-P-O-Pel)

e. Subjek, predikat dan keterangan. (S-P-K)

Contoh kalimat simpleks bisa kamu lihat pada kalimat berikut; “Ibu pergi berbelanja ke toko”. Berdasarkan kalimat tersebut, maka “Ibu” adalah subjek, “pergi berbelanja” adalah predikat, dan “ke toko” adalah keterangan tempat.

Atau kalimat simpleks bisa hanya berupa predikat (P), misalnya:

a. Bapak itu orang tua kami. (S-P)

b. Lidya sedang membuat surat jawaban. (S-P-O)

c. Keahlian Aris diakui banyak orang. (S-P-Pel)

d. Kinan mengajari anaknya melukis. (S-P-O-Pel)

e. Andre berangkat pukul 07 pagi. (S-P-K)

f. Permisi! (P)

Gimana? Sekarang kamu sudah ingat kembali kan beda kalimat kompleks dan simpleks? Jadi, kalau kalimat simpleks merupakan kalimat tunggal yang terdiri dari satu klausa, maka kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif ya, guys!

Baca Juga: Pentingnya Pancasila Sebagai Dasar Kehidupan Bersama di Indonesia

error: Content is protected !!